Skip to main content

Dilema Negaraku..

Huh,geram banget dhe ngliat pejabat2 di negri kita yg kebanyakan k0rup, gak amanah, gak bertanggung jawab,dll. Kebanyakan dari mereka semangat n baeeek banget kalo kampanye jadi calon pejabat. Tapi kalo udah jadi, lupa sama amanahnya n tapi doyan sama duit rakyat.

Kalo ngedengar pemerintah menjabarkan RAPBN kayaknya masyarakat awam menjadi beban aja dalam pendapatan negara, duit rakyat terkuras buat subsidi ini-itu. Dan kayaknya pemerintah udah gak sanggup nanggung kehidupan rakyatnya, atau rakyat jadi beban banget buat negara.

Saat aku ke Malaysia,negara tetangga kita, kehidupannya jauh banget dari Indonesia.
Mereka ke sekolah gratis, nglanjutin PT dpt pinjaman dari negara. Trus aku sempat nanya,dananya dari mana? Mereka jawablah dari pajak. Yupz,bener banget. Trus rakyat kita bayar pajak kemana duitnya?
Pernah gak terlintas pertanyaan itu dalam hidup kita? Ya tau sendiri, pajak kita sedikit banget ke rakyat n mayoriti masuk ke kantong2 pejabat besar, bangkir2, pengusaha2 besar, n orang kaya lainnya.
Kalo kita pernah ngliat berita, maka kita pasti pernah ngliat mentri A korupsi berapa M, mentri C lagi dll. Coba dana itu buat nyekolahin anak jalanan, berapa ribu anak yang bisa terselamat dari putus sekolah???
Kurang tegasnya pemerintah menangani kasus2 KKN ngebuat para koruptor itu gak jera.
Taukah mereka bahwa harta mereka akan dimintai pertanggujawaban di hadapan Allah?
Wallahualam..

Comments

Popular posts from this blog

ORANG-ORANGAN SAWAH

Namaku adalah Sekar. Karena Ayah dan ibukku ingin aku menjadi seperti bunga, yang harum dan kelak akan menjadi buah yang berbiji dan bijinya akan menjadi pohon yang bermanfaat bagi banyak orang. Aku bukanlah terlahir dari keluarga kaya. Sudah sangat terbiasa hidup sederhana dari kecil. Jika di pagi hari aku tidak menemukan nasi, maka ibuku pasti sudah merebuskan singkong yang hangat dari tungku api di dalam dandang yang penuh dengan hangus hitam. Memakannya saat masih panas dengan uap berkebul-kebul adalah kenikmatan yang luar biasa. Dengan sambal korek yang diulek oleh ibukku sendiri dari hasil pohon cabai di pekarangan rumah kami yang sempit. Bapak pagi-pagi sudah bangun, mencabut ubi dari pohonnya, dan membawanya ke dapur. Lalu ibu mengupasnya dan mencuci nya hingga bersih, lalu memotong satu buah menjadi beberapa bagian dan merebusnya.  Kehidupanku yang sederhana tidak lantas membuatku kecil hati. Aku bersyukur memiliki kedua orang tua yang lengkap dan penyayang se...

ALGORITMA PEMROGRAMAN

Delivered by FeedBurner Minggu, 13 Maret 2011 Pengenalan Algoritma dan Analisa Kasus 1.1            Definisi Algoritma Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang  disusun secara sistematis Sebagai pembanding,disini dikemukakan definisi kata algoritma menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) terbitan Balai Pustaka Tahun 1988 : Algoritma adalah urutan logis pengambilan putusan untuk pemecahan masalah 1.1.1     Struktur Dasar Algoritma Algoritma berisi langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Langkah-langkah tersebut dapat berupa runtunan aksi, pemilihan aksi dan pengulangan aksi. Ketiga jenis langkah tersebut membentuk konstruksi suatu algoritma. Jadi sebuah algoritma dapat dibangun dari tiga buah struktur dasar,yaitu : Runtunan ( Sequence ) Pemilihan ( Selection ) Pengulangan ( Repetition )

Ramadhan di Malaysia, wisata hati di belahan bumi-Nya yang lain

Malaysia, Oktober 2009 Senja telah menyapa saat ku turun dari asrama pekerja tempat aku menumpang hidup di negri bunga sepatu, Malaysia. Hiruk-pikuk kota Shah Alam yang penduduknya pulang dari kerja menambah ramainya senja hari itu. Belum lama ku jejakkan kaki di Malaysia, baru berjalan dua bulan. Namun hari ini, bulan ini terasa sanget istimewa. Hari yang sangat spesial, karena saat ini adalah hari dimana ku lewatkan bulan Ramadhan pertama di negri jiran. Aku duduk diantara bantaran batu di bawah pohon nan perdu di pinggir jalan, sembari menunggu bis pekerja yang akan menjemput. Sendirian. Karena rizki Allah, jadi hanya aku seorang saja yang pertama mendapatkan jatah overtime di kilang tempatku bekerja. Ku keluarkan pulpen dan buku catatan kecilku yang mungil yang ku bawa dari Indonesia. Dan aku menuliskan perasaanku saat itu diatas pena. Tak ku hiraukan lalu-lalang orang yang melewatiku. Aku masih tekun menulis, pengalaman pertama menjalankan puasa di rantau orang. Merasakan ge...