Skip to main content

Diary of Rahma..




Musim hujan datang lagi. Bersemi kembali bunga-bunga yang dulu layu diterpa panasnya sianr mentari yang menyengat dan kini mulai mekar. Padang ilalang mulai menghijau lagi, tumbuhan mulai menengakkan kembaali batangnya dengan gagahnya. Indah.
Kala musim hujan tiba, perasaanku selalu lain. Ada setangkup rasa bahagia yang menyusup di hati. Melihat hijaunya alam sekitar, melihat pepohonan yang basah. Melihat kebun yang becek, sawah yang siap untuk ditanam membuat hatiku rasanya membuncah. Tak ada gundah gulana lagi. Aku teringat masa-masa kecilku yang indah. Aku ingat masa sekolah ku yang sangat luar biasa yang selalu aku rindukan.
Waktu aku kecil, aku sangat suka membaca. Sejak zaman SD aku selalu rajin ke perpustakaan. Di SD tidak bisa disebut perpustakaan, karena hanya terdapat duabuah lemari di kelas 1, dibelakang dapur. Namun aku selalu menghabiskan waktuku untuk membaca disana. Sampai aku bawa pulang dan banyak yang tidak aku kembalikan. Aku sampai masih ingat beberapa judul buku yang aku baca. Ada “Ali Barkah dan sebutir telur”, “Ladang Warisan,” “Wajib Belajar 9 Tahun”, “ Kartini”, “Kerajaan Singosari”, “Kasih ibu tak terbatas Lautan”, “Kemarau Panjang”, dan masih banyak lagi. Sebagian besar buku itu aku baca lebih dari sekali sehingga aku sampai hafal isinya. Dan sewaktu itu, aku masih memiliki daya imajinasi yang tinggi sehingga buku-buku itu banyak menginspirasiku.
Saat hujan turun dengan derasnya, aku akan tidur di kamar sambil membawa buku. Di tengah hempasan udara dingin, saat itulah saat paling bahagia dan tentram yang paling aku rasakan. Berimajinasi di hangatnya selimut yang menutupi tubuh sambil membaca buku. Karena dari kecil aku suka membaca, maka mengarang bukanlah hal yang sulit buatku. Begitu banyak cerpen yang aku tulis, namun  tidak sempat aku terbitkan. Hanya catatan yang terkurung di dalam kamarku. Namun aku sangat bangga saat aku melihatnya. 

Dan saat itu, aku sangat menyukai sekolah. Karena aku dapat mengekspresikan seluruh kesukaanku membaca dalam prestasi di segala hal. Semuanya terasa menakjubkan saat aku menginjak bangku sekolah mulai dari SMP sampai SMK. Aku sellau belajar mandiri dan tidak pernah menyerah.
Aku selalu mengambil segala hal yang tersulit dan membuktikan pada semua orang bahwa aku mampu melakukan apa yang mereka anggap mustahil. Dan hal itu adalah sesuatu yang menakjubkan bagiku.
Hobiku dari SMP masih sama, membaca buku. Bahkan sampai kakak yang ada di perpustakaan hafal padaku karena seringnya aku kesana. meskipun yang aku pinjam tak jauh-jauh dari buku cerita, namun ternyata itu sangat efektif untuk menumbuhkan minat dan bakatku mulai dari kecil.
Meskipun anggapan mereka, Fisika adalah pelajaran yang sulit, namun tidak bagiku. Fisika adalah pelajaran yang masih bisa aku pelajari dengan baik. Bahkan karena kegigihanku menghafal rumus fisika besera hukum-hukumnya, aku mendapatkan nilai 100 untuk ulangan pertama fisikaku.
Teman-temanku di SMP sangat baik orangnya. Aku sangat menyukai pelajaran Matematika, bahasa Inggris, dan Biologi. Karena Biologi selalu menaarik saat kita harus belajar secara langsung di lab. Dan hal itu adalah hal yang sangat menyenangkan.
Aku sangat rajin menghafal pada waktu SMP. Ingatanku sangat tajam dan aku memiiliki prestasi yang menggembirakan saat aku duduk di bangku SMP dan semuanya terasa sangat indah saat itu.
Saat SMA, aku juga paling rajin ke perpusda Magetan, meskipun jaraknyacukup jauh dari rumahku. Dan disana sangat sepi sekali. Terakadang hanya aku yang ada disana sendirian. Namun aku menikmati setiap waktuku. Dan saat itu aku mulai tertarik untuk mencari buku tentang pelajaran sekolah mulai dari IPA, bahasa Inggris dan Matematika. Dan secara mandiri aku mengkopinya untuk belajar sehingga aku sangat menonjol di kelas bahasa Inggris dan matematika. Suatu hal yang sangat aku syukuri.
Bahkan aku membawa mukenah dan makanan saat aku ke perpustakaan, karena bisa langsung sholat disana tanpa haaarus pulang ke rumah. Akulah orang terakhir yang berada di perpustakaan tersebut sampai  perpustakannya tutup jam 8 malam.  Semua buku yang menarik aku pinjam dan aku pelajari di rumah. Belajar rasanya seperti makan pizza, aku ingin melahapnya cepat-cepat supaya habis. Dan hal itu sangat menyenangkan.
Saat SMA pun aku sangat aktif. Lingkungan sekolah sangat akrab denganku. Entah berapa kali aku tidur di sekolah sehingga membuatku terasa akrab disana. Aku bangga bisa pulang sore dan menjaadi bagian dari aktivitas sekolah. Aku sangat bangga saat ada rapat OSIS meskipun harus mengorbankan jam belajarku di kelas. Aku sangat senang saat harus mengikuti kegiatan yang mengharuskanku menginap di sekolah. Aku sangat bangga dan bahagia. Rasanya aku merindukan sekali saat-saat seperti itu. Malam-malam sholat tahajud. Sholat idhul adha di sekolah. Dan menjadi bagian terpenting dalam masa sekolahku.
Aku tidak pernah peduli bahwa aku pulang sore. Aku tidak pernah tidur siang, sehingga tidak pernah merasa ngantuk saat siang, dan tidak pernah memperhatikan apakah sudah makan siang atau belum. Semua yang aku rasakan hanyalah kebahagiaan yang teramat karena menjadi bagian penting di dalam sekolah tersebut dan aku ingin masa-masa itu kembali.  Aku sangat aktif dan bertanggung jawab untuk melaksanakan segala amanat yang dibebankan padaku. Sehingga puas rasanya saat bapak atau ibu guru memujiku. “Kamu sudah pernah melihatnya ditempat lain kok bisa membuat sehebat ini?”, “Wah, pantas kamu rapi membuatnya, kamu kan dari Jurusan Administrasi perkantoran” dan banyak hal lagi yang diutarakan. “
Aku pernah menjadi junior OSIS dan aku juga pernah merasakan menjadi senior dan keduanya teramat berharga untuk ku, ssehingga membuatku selalu mengenangnya dengan baik. Menjadi anggota OSIS dan majalah sekolah adalah sebuah hal yang sangat membanggakan untukku. Semua adik kelas mengenalku dengan baik, karena aku sering mengikuti lomba Debate English dan juga berbagai lomba lain di sekolah.
Imajinasiku sangat tinggi saat itu. Kuliah di Jepang adalah suatu impian tertinggiku saat itu dan kau harus membayarnya kelak di kemudian hari. Semuanya terasa sangat indah tanpa terasa waktu berjalan dengan cepat. Sekarang aku bertanya, kemanakan laluanku di masa depan. Aku tidak tahu. Yang aku tahu bahwa aku yakin bahwa Allah akan selalu menolongku. Dan tugasku sekaaarang adalah hanya belajar dan terus belajar untuk mendapatkan prestasi yang terbaik sesuai dengan bakat dan minatku.
Aku sudah membuktikan pada dunia, bahwa aku tidak pernah menyerah untuk mendapatkan cita-cita dan impianku. Dan sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyerah. Aku terus berusaha dan berdoa pada Allah agar aku selalu diberi kemudahan dan jalan keluar. Aku tidak akan pernah bisa memutar yang telah berlalu, namun aku cukup mensyukuri hari ini dan terus berikhtiar dan berdoa melalui sholat fardhu dan tahhajudku agar aku diberi kesempatan untuk terus menebarkan kebaikan di atas bumi-Nya. Dan ku tidak akan menyerah samai kapanpun.

Comments

Popular posts from this blog

ORANG-ORANGAN SAWAH

Namaku adalah Sekar. Karena Ayah dan ibukku ingin aku menjadi seperti bunga, yang harum dan kelak akan menjadi buah yang berbiji dan bijinya akan menjadi pohon yang bermanfaat bagi banyak orang. Aku bukanlah terlahir dari keluarga kaya. Sudah sangat terbiasa hidup sederhana dari kecil. Jika di pagi hari aku tidak menemukan nasi, maka ibuku pasti sudah merebuskan singkong yang hangat dari tungku api di dalam dandang yang penuh dengan hangus hitam. Memakannya saat masih panas dengan uap berkebul-kebul adalah kenikmatan yang luar biasa. Dengan sambal korek yang diulek oleh ibukku sendiri dari hasil pohon cabai di pekarangan rumah kami yang sempit. Bapak pagi-pagi sudah bangun, mencabut ubi dari pohonnya, dan membawanya ke dapur. Lalu ibu mengupasnya dan mencuci nya hingga bersih, lalu memotong satu buah menjadi beberapa bagian dan merebusnya.  Kehidupanku yang sederhana tidak lantas membuatku kecil hati. Aku bersyukur memiliki kedua orang tua yang lengkap dan penyayang se...

ALGORITMA PEMROGRAMAN

Delivered by FeedBurner Minggu, 13 Maret 2011 Pengenalan Algoritma dan Analisa Kasus 1.1            Definisi Algoritma Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang  disusun secara sistematis Sebagai pembanding,disini dikemukakan definisi kata algoritma menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) terbitan Balai Pustaka Tahun 1988 : Algoritma adalah urutan logis pengambilan putusan untuk pemecahan masalah 1.1.1     Struktur Dasar Algoritma Algoritma berisi langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Langkah-langkah tersebut dapat berupa runtunan aksi, pemilihan aksi dan pengulangan aksi. Ketiga jenis langkah tersebut membentuk konstruksi suatu algoritma. Jadi sebuah algoritma dapat dibangun dari tiga buah struktur dasar,yaitu : Runtunan ( Sequence ) Pemilihan ( Selection ) Pengulangan ( Repetition )

Ramadhan di Malaysia, wisata hati di belahan bumi-Nya yang lain

Malaysia, Oktober 2009 Senja telah menyapa saat ku turun dari asrama pekerja tempat aku menumpang hidup di negri bunga sepatu, Malaysia. Hiruk-pikuk kota Shah Alam yang penduduknya pulang dari kerja menambah ramainya senja hari itu. Belum lama ku jejakkan kaki di Malaysia, baru berjalan dua bulan. Namun hari ini, bulan ini terasa sanget istimewa. Hari yang sangat spesial, karena saat ini adalah hari dimana ku lewatkan bulan Ramadhan pertama di negri jiran. Aku duduk diantara bantaran batu di bawah pohon nan perdu di pinggir jalan, sembari menunggu bis pekerja yang akan menjemput. Sendirian. Karena rizki Allah, jadi hanya aku seorang saja yang pertama mendapatkan jatah overtime di kilang tempatku bekerja. Ku keluarkan pulpen dan buku catatan kecilku yang mungil yang ku bawa dari Indonesia. Dan aku menuliskan perasaanku saat itu diatas pena. Tak ku hiraukan lalu-lalang orang yang melewatiku. Aku masih tekun menulis, pengalaman pertama menjalankan puasa di rantau orang. Merasakan ge...