Skip to main content

Sebuah arti kata ‘terima kasih’







Ketika aku bangun dari tidur, aku awali hariku dengan ucapan terima kasih. Terima kasih kepada Allah, yang telah memberi nafas dan kesempatan untuk bangun di pagi hari dan menikmati segarnya pagi dalam keadaan sehat. Dan aku juga berjanji setiap pagi, bahwa hariku dimulai hari ini, maka aku berjanji untuk membuat hariku dapat menginspirasi orang lain. Agar setiap hariku bermanfaat.
Terbangun dari tidur, pergi ke kampus, pulang, mengajar les, sebuah rutinitas yang kita lakukan setiap hari. Karena terbiasa, aku takut diriku menganggap hari ini ku hari biasa, karena sesungguhnya setiap hari adalah hari yang luar biasa. Dan aku mensyukurinya. Aku berterima kasih pada Allah atas mata ini sebagai alat optika tercanggih di dunia, atas telinga sebagai sistem pendengaran yang tercanggih juga ini, atas kulit ini dan atas semua hal luar biasa yang aku rasakan setiap hari sebagai keajaiban hidup. Aku melangkahkan kakiku pasti dan aku terus berjalan. Melewati lorong terjal yang kadang berliku. Aku terus berjalan setiap hari. Tidak peduli seberapa pelan, yang terpenting bahwa aku tidak pernah berhenti. No matter how slow, the point is we don’t stop.
Aku sangat bersyukur, karena dapat kuliah di jurusan teknik Informatika. Membuat satu program sederhana saja begitu sulitnya, membuatku menyadari betapa canggih dan luar biasanya sistem pemrograman dan database yang dimiliki oleh Allah yang telah ia jelaskan dalam Al-qur’an. Semuanya membuatku berterima kasih atas semua ilmu pengetahuan yang Ia berikan. Meskipun belum banyak yang aku ketahui, namun membuatku dapat berpikir, merenung dan memutuskan jalan yang kuhendaki di depan.
Meskipun banyak orang yang berkata ini itu, meskipun banyak kritikan tentang jurusan yang aku ambil, namun aku mencoba untuk melihatnya dari sisi positif. Karena ini adalah hidupku, dan ini adalah jalan yang telah aku ambil. Tidak peduli seberapa buruk, namun tidak akan berguna menyalahkan orang lain. Ini adalah jalan yang aku pilih dan setiap hal yang terjadi di baliknya adalah tanggung jawabku. Menyalahkan orang lain tidak akan menyelesaikan masalah. Aku yakin, setiap hal kecil apapun itu, terjadi karena ada alasan di baliknya. Dan aku selalu ingin memandangnya dari kacamata bening dari hatiku, untuk senantiasa berkhuznudzon kepada Allah.

Menjadi seorang guru les bagiku adalah keajaiban. Sejak kecil aku menginginkan menjadi guru,namun tidak mudah jalan untuk kesana. Namun, di tengah perjalanan, aku dipercaya menjadi guru informal, yaitu guru les. Dan aku sangat bahagia menjalaninya. Itu adalah sebuah keajaiban, dan Allah benar-benar mendengar dan mengabulkan doa-Ku lewat jalannya yang lain.  Aku belajar setiap hari untuk mempersiapkan diriku agar siap mengajar. Aku harus mengaplikasikan semua hal yang sudah aku dapatkan agar dapat diterima oleh teman-teman kecilku yang semuanya duduk di bangku SMP. Semuanya terjadi begitu indah.
Mungkin, aku tidak memiliki gelar sarjana pendidikan. Yang terkadang membuatku minder untuk mengajar. Namun seiring berjalannya waktu, aku menyadari bahwa setiap potensi itu ada di dalam diri kita dan kita harus menggalinya.
Meskipun aku tidak memiliki gelar sarjana pendidikan secara formal, namun aku memiliki banyak pengalaman dalam bidang mengajar. Aku mengajari semua muridku dengan hati, dengan ketulusan dan dengan kesungguhan. Karena pendidikan adalah sebuah kegiatan untuk transfer ilmu dan nilai-nilai kehidupan. Hakikat dari pendidikan adalah transfer of knowledge, transfer of value, transfer of religion, transfer of culture.  Aku juga mteembantu man-temanku kuliah yang lain saat mereka tidak memahami pelajaran dan semuanya terasa begitu indah. Aku belajar dengan membantu mereka belajar. 'Helping myself by helping others', aku membantu diriku sendiri dengan membantu orang lain.  Aku bersyukur memiliki teman yang tulus di dalam kampus. Teman yang menemani saat suka maupun duka dan tidak pernah mementingkan diri sendiri. Kita ibarat alam semesta yang tidak dapat hidup tanpa satu sama lain, dan kami menyempurnakan kehidupan kam dengan saling membantu dan menghargai satu sama lain. Kepadamu teman-teman, aku berterima kasih. Terima kasih karena aku banyak belajar dari kalian.
 Aku tidak ingin melepaskan pekerjaan mulia sebagai guru ini. Aku ingin mengantar Halim, Rijal, Puput, Andre dan anak-anak yang lain di SDN Ronowijayan  yang aku ajar untuk menggapai mimpi mereka. Aku ingin membimbing mereka untuk bercita-cita setinggi mungkin melewati asa nan biru untuk menggapai langit kesuksesan di masa depan. Ah, rasanya mimpi itu begitu indah. Kepada mereka, aku ingin berterima kasih. Karena aku banyak belajar dari mereka. Kebahagiaan dari seorang pengajar adalah apabila ia melihat murid yang diajarnya berubah dan menguasai apa yang kita ajarkan. Dan aku tidak peduli seberapa pelan, yang terpenting adalah aku melihat kalian berubah menjadi lebih baik, sedikit demi sedikit.
Masih teringat saat aku memasuki rumah orang yang memintaku untuk memberikan bimbingan les untuk anaknya, hatiku sangat gugup. Aku tidak percaya hal itu terjadi dan aku sangat bersyukur. Aku memasuki rumahnya dan saking gugupnya, aku sampai masuk dari gerbang parkirnya. Dan hari itu, adalah hari pertama aku menjadi guru les. Hatiku sangat bahagia dan bangga, namun yang lebih penting adalah aku mendapat kepercayaan yang baru dan aku ingin melaksanakannya dengan sebaik-baiknya. Dan aku sangat sangat berterimakasih atas kesempatan itu.
Memang, tidak banyak materi yang aku dapatkan dari sana, namun bukan hanya materi yang aku dambakan. Aku mendapatkan kedamaian saat aku mengajar mereka dengan tulus. Ketulusan, yah itulah alasanku mengerjakan semuanya dengan ringan. Karena ketulusan adalah energi maha dahsyat yang memberiku tenaga saat aku lelah. Manfaat ketulusan itu kasat mata, tidak banyak orang dapat melihatnya namun aku merasakannya.  Mungkin orang bilang bahwa tidak ada orang yang bisa hidup tanpa uang, namun aku yakin bahwa di samping uang berkah itu juga ada. Aku mungkin satu dari sekian banyak orang yang tidak memiliki tumpukan materi, namun aku memiliki kebahagiaan. Apalah arti materi yang begitu menumpuk jika setiap orang tidak menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalamnya? Semuanya akan sia-sia. Dan aku memang berusaha mencari rizki karena aku juga tidak bisa hidup tanpa uang, namun yang membedakannya adalah aku mencarinya melalui ketulusan, kejujuran dengan kebahagiaan. Berkah itu ada, keluargaku tidak memiliki tumpukan materi, namun kami bahagia. Itulah hakikat berkah, itulah makna nikmat yang tidak bisa terbeli dan mungkin tidak bisa dilihat oleh banyak orang lainnya namun ianya ada dan benar-benar kurasakan.  
Terima kasih, ya terima kasih. Suatu kata maha dahsyat yang akan membawa kita ke gerbang kebahagiaan. Suatu kata yang sulit hanya untuk di ungkapkan dengan kata-kata. Dan ‘terima kasih’, satu kata itulah yang ingin pertama kali aku ucapkan saat aku bangun dari tidurku. Terima kasih Allah untuk segalanya.

Comments

Popular posts from this blog

ALGORITMA PEMROGRAMAN

Delivered by FeedBurner Minggu, 13 Maret 2011 Pengenalan Algoritma dan Analisa Kasus 1.1            Definisi Algoritma Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang  disusun secara sistematis Sebagai pembanding,disini dikemukakan definisi kata algoritma menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) terbitan Balai Pustaka Tahun 1988 : Algoritma adalah urutan logis pengambilan putusan untuk pemecahan masalah 1.1.1     Struktur Dasar Algoritma Algoritma berisi langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Langkah-langkah tersebut dapat berupa runtunan aksi, pemilihan aksi dan pengulangan aksi. Ketiga jenis langkah tersebut membentuk konstruksi suatu algoritma. Jadi sebuah algoritma dapat dibangun dari tiga buah struktur dasar,yaitu : Runtunan ( Sequence ) Pemilihan ( Selection ) Pengulangan ( Repetition )

Ramadhan di Malaysia, wisata hati di belahan bumi-Nya yang lain

Malaysia, Oktober 2009 Senja telah menyapa saat ku turun dari asrama pekerja tempat aku menumpang hidup di negri bunga sepatu, Malaysia. Hiruk-pikuk kota Shah Alam yang penduduknya pulang dari kerja menambah ramainya senja hari itu. Belum lama ku jejakkan kaki di Malaysia, baru berjalan dua bulan. Namun hari ini, bulan ini terasa sanget istimewa. Hari yang sangat spesial, karena saat ini adalah hari dimana ku lewatkan bulan Ramadhan pertama di negri jiran. Aku duduk diantara bantaran batu di bawah pohon nan perdu di pinggir jalan, sembari menunggu bis pekerja yang akan menjemput. Sendirian. Karena rizki Allah, jadi hanya aku seorang saja yang pertama mendapatkan jatah overtime di kilang tempatku bekerja. Ku keluarkan pulpen dan buku catatan kecilku yang mungil yang ku bawa dari Indonesia. Dan aku menuliskan perasaanku saat itu diatas pena. Tak ku hiraukan lalu-lalang orang yang melewatiku. Aku masih tekun menulis, pengalaman pertama menjalankan puasa di rantau orang. Merasakan ge...

A piece of Cake

I want to have a new habbit begin today. I want to say everything i want in english. Update my status, share my experience in english and everything. Since i continue study at information technology, I found that english is very useful in that subject. IT is one of mosst popular department choosen by student in Indonesia. But IT skill, knowledge and everything commonly come from another country such as America, UK, Germany, and many others. So many IT education and books are written in English. When i read the experience of my senior ( He is an IT student, I found his story at by his private blog. His name is Dewa) I’m so impressed and interested of his story. He is a great man with great idea and tallent. He is so smart and so energic. He has own way to achieve his success. I want to be someone like him. And i want to fight to be the best one. I have ever been a migrant worker. I worked at Malaysia as a factory worker for 2 years. Although,being ...