Skip to main content

AKU

Kalau sampai waktuku
Ku tak mau seorang pun merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang......


( Puisi ‘Aku’ karya Chairil Anwar )




Perjuangan kita, tidak akan pernah usai
Perjalanan masih panjang
Jangan takut kawan, jangan pernah takut
Cintai perjuanganmu berjihad melawan kebodohan
Melawan kemiskinan
Karena kebodohan itu adalah kegelapan
Karena kemiskinan itu dekat dengan kekufuran
Yakinlah Allah akan datang menolongmu
Jangan mengeluh kawan, jangan pernah mengeluh
Keluh kesah adalah bisikan syaitan,
Perjuangan panjang adalah ciri kemuliaan Rasulullah.
Jangan bersedih kawan, jangan bersedih
Pertolongan Allah akan segera datang menghampirimu
Dan janji Allah itu pasti benar
La tahzan wa la takhaf
Innallaha ma’anta
( never be fear,,,,,, and sad... actually Allah is always with you )
Created by : Rahma Martiana
The Faculty of information Technology
Muhammadiyah University of Ponorogo

Comments

Popular posts from this blog

ALGORITMA PEMROGRAMAN

Delivered by FeedBurner Minggu, 13 Maret 2011 Pengenalan Algoritma dan Analisa Kasus 1.1            Definisi Algoritma Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang  disusun secara sistematis Sebagai pembanding,disini dikemukakan definisi kata algoritma menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) terbitan Balai Pustaka Tahun 1988 : Algoritma adalah urutan logis pengambilan putusan untuk pemecahan masalah 1.1.1     Struktur Dasar Algoritma Algoritma berisi langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Langkah-langkah tersebut dapat berupa runtunan aksi, pemilihan aksi dan pengulangan aksi. Ketiga jenis langkah tersebut membentuk konstruksi suatu algoritma. Jadi sebuah algoritma dapat dibangun dari tiga buah struktur dasar,yaitu : Runtunan ( Sequence ) Pemilihan ( Selection ) Pengulangan ( Repetition )

Ramadhan di Malaysia, wisata hati di belahan bumi-Nya yang lain

Malaysia, Oktober 2009 Senja telah menyapa saat ku turun dari asrama pekerja tempat aku menumpang hidup di negri bunga sepatu, Malaysia. Hiruk-pikuk kota Shah Alam yang penduduknya pulang dari kerja menambah ramainya senja hari itu. Belum lama ku jejakkan kaki di Malaysia, baru berjalan dua bulan. Namun hari ini, bulan ini terasa sanget istimewa. Hari yang sangat spesial, karena saat ini adalah hari dimana ku lewatkan bulan Ramadhan pertama di negri jiran. Aku duduk diantara bantaran batu di bawah pohon nan perdu di pinggir jalan, sembari menunggu bis pekerja yang akan menjemput. Sendirian. Karena rizki Allah, jadi hanya aku seorang saja yang pertama mendapatkan jatah overtime di kilang tempatku bekerja. Ku keluarkan pulpen dan buku catatan kecilku yang mungil yang ku bawa dari Indonesia. Dan aku menuliskan perasaanku saat itu diatas pena. Tak ku hiraukan lalu-lalang orang yang melewatiku. Aku masih tekun menulis, pengalaman pertama menjalankan puasa di rantau orang. Merasakan ge...